Perbuatan dan ucapan berharga dapat membahagian orang walaupun itu sederhana
Cerita ini berawal saat saya dan kekasih saya masuk di salah satu restaurant yang ada di suatu kota pada akhir tahun 2018. Saat berada di dalam restaurant itu dan berbincang-bincang kecil dengannya, saya melihat dengan sepintas ke arah seorang lelaki yang memakai topi dan bertuliskan "are you getting married like me?" Kalimat sederhana itu menjadi bahan refleksi bagi saya. Mungkin dia tidak secara langsung menanyakan pertanyaan itu kepada saya, tetapi dengan tidak sengaja seolah-olah pertanyaan itu ditujukan kepada saya. Pertanyaan yang sangat sulit namun harus dijawab secara pasti. Saya bahkan sempat berpikir bahwa mungkinkah saya akan bisa menjawab pertanyaan seperti itu jika memang ada yang melontarkan pertanyaan itu ke saya. Di saat sedang pusing-pusingnya dengan seribu pertanyaan yang muncul di kepala, di saat itu juga saya melihat segerombolan orang masuk ke restaurant tersebut dan melewati lelaki yang bertopi itu dan berkata "Topimu bagus, tulisannya seolah-olah memiliki maksud yang tersembunyi". Lelaki itu hanya tersenyum sambil berkata "terima kasih". Rupanya dia memiliki kepuasan tersendiri dan kepercayaan diri yang semakin tinggi karena dipuji. Ini merupakan suatu nilai positif yang bisa kita dapat, bahwa saat kita memakai barang-barang seperti itu bukan maksud untuk memamer tetapi bagaimana membuat orang merasa memiliki bahwa setiap barang yang dipakai pasti mempunyai maksudnya tersendiri.
Keesokan harinya, saya disuruh kekasih saya untuk merapikan rambut saya karena sudah terlihat semakin panjang. Prinsipnya adalah biar penampilan sederhana yang penting rapi. Akhirnya, saya dan dia memutuskan untuk pergi ke salah satu tempat pemangkas rambut. Dia (kekasih) duduk tepat di pintu masuk sambil menunggu saya yang sedang menggunting rambut. Dari cermin tempat saya duduk, tanpa dia sadari saat itu juga saya melihatnya sedang tersenyum. Saya sempat heran dan bertanya dalam hati "Mengapa dia tersenyum? Apakah ada seseorang yang sedang membuatnya tertawa? Ataukan mungkin dari tempat yang berbeda namun titik fokus yang sama dia melihat saya yang semakin terlihat rapi?". Saya mencoba meyakinkan diri saya bahwa memang mungkin dia senang melihat penampilan saya yang sekarang ini.
Setelah selesai menggunting rambut, saya menghampiri dia (kekasih) dan bertanya "Mengapa kamu senyum-senyum sendiri?" Dengan kalimat sederhana dia menjawab "Saya senang lihat kamu yang sekarang ini". Setelah mendengar jawabannya, saya sedikit merasa malu namun bercampur rasa bahagia karena mendapatkan pujian dari orang yang benar-benar peduli dengan saya. Saat itu juga saya mulai sadar bahwa hal sederhana yang saya lakukan itu ternyata membawa kebahagiaan tersendiri untuk kekasih saya. Bukan harta, kekayaan, atau materi yang saya berikan untuk membuatnya bahagia tetapi cukup dengan melakukan hal-hal sederhana yang disukainya.
Dua hal sederhana yang saya jumpai selama dua hari berturut-turut ini memberikan saya pelajaran dan membuat saya semakin menyadari bahwa setiap barang, perbuatan dan langkah yang kita pakai dan lakukan memiliki arti tersendiri baik bagi orang yang memakai atau yang melakukan maupun bagi mereka yang melihat dan merasakan. Saya sadar bahwa setiap perbuatan dan ucapan yang sifatnya bernilai positif akan membahagiakan orang lain walau dengan cara yang sederhana.

Komentar
Posting Komentar